Archive

Archive for the ‘Kayu Jabon’ Category

Proses Penaburan Biji Jabon

July 5th, 2010

Setelah media semai siap untuk menabur biji jabon kita harus mempersiapkan pelindung dari plastik untuk menghindari terkena air hujan secara langsung. Dikarenakan biji jabon sangat kecil dan mudah hanyut oleh air/hujan maka cara ini harus dilakukan. Pelindung ini juga berfungsi untuk melindungi dari terik matahari.

Sebelum benih jabon ditabur pada media semai, biji jabon sebaiknya dijemur terlebih dahulu kurang lebih selama 2-3  jam untuk mendapatkan hasil pertumbuhan biji jabon yang maksimal.

Artikel lainnya:

kayu jabon

Benih Jabon, Bibit Jabon, Budidaya Jabon, Kayu Jabon , ,

Proses Perawatan Jabon

April 10th, 2010

Jabon – Proses Perawatan Bibit Jabon sangatlah sederhana, dengan cara penyiraman setiap hari dan dilakukan penyemprotan baik itu pestisida maupun fungisida secara berkala agar terhindar dari penyakit.

Pemangkasan ranting tidak perlu dilakukan, namun jika dilakukan maka akan lebih baik dalam menghasilkan batang pohon.

(Semua gambar diambil dari lokasi RSS Kendal yang masa penanamannya pada bulan februari)

Kunjungan dari Majalah Trubus Ke Persemaian Jabon Kami

Budidaya Jabon, Kayu Jabon , , , , ,

Kunjungan dari Majalah Trubus Ke Persemaian Jabon Kami

July 4th, 2010
Kunjungan dari Majalah Trubus Ke Persemaian Kami

Kunjungan dari Majalah Trubus Ke Persemaian Kami

Kunjungan dari Majalah Trubus Ke Persemaian Kami

Kunjungan dari Majalah Trubus Ke Persemaian Kami

Kunjungan dari Majalah Trubus Ke Persemaian Kami

Kunjungan dari Majalah Trubus Ke Persemaian Kami

Kunjungan dari Majalah Trubus Ke Persemaian Kami

Kunjungan dari Majalah Trubus Ke Persemaian Kami

Kunjungan dari Majalah Trubus Ke Persemaian Kami

Kunjungan dari Majalah Trubus Ke Persemaian Kami

Kunjungan dari Majalah Trubus Ke Persemaian Kami

Kunjungan dari Majalah Trubus Ke Persemaian Kami

Perbandingan Sengon Dengan Jabon

Budidaya Jabon, Kayu Jabon , , , ,

Memilih Bahan Dasar Kayu Jabon

June 27th, 2012

Memilih Bahan Dasar Kayu Jabon Berkualitas Tinggi

 

Dari segi tekstur, mungkin orang awam akan memandang bahwa kayu jabon adalah kayu jati. Dilihat sekilas mungkin mirip, hal itu didasarkan pada tekstur kayu jabon yang sudah mengkilap pada awalnya. Namun, perlu diketahui beberapa ciri khas kayu jabon yang dapat dijadikan pilihan industri kayu olahan terbaik, diantaranya adalah:

1. Tekstur fisik kayu jabon yang berbentuk silindris lurus.

2. Tekstur kayu berserat sangat halus dan menghasilkan bubuk kayu dalam jumlah minimal.

3. Bentuk permukaan luar yang mengkilap, mirip dengan kayu jati pada umumnya.

4. Berwarna putih kekuningan apabila dikupas lebih dalam.

5. Batang kayu jabon sangat mudah untuk dikupas.

6. Arah serat kayu lurus dan saling berpadu.

7. Apabila dirasakan tekstur luarnya menggunakan telapak tangan, maka tidak akan ditemukan kayu-kayu halus tajam yang dapat menusuk kulit luar telapak tangan.

8. Lebih mudah untuk dikeringkan.

 

Ciri-ciri tersebut dapat ditemukan pada bahan dasar kayu jabon yang masih alami; kemudian apabila kayu jabon sudah menjadi produk olahan, dapat dilihat bahwa kayu jabon memiliki sudut kupasan yang cukup lebar, sebesar 920. Sedangkan kedalam kupasan dapat mencapai 1.5 mm, keunikan tersendiri dari kayu jabon menjadikan jenis kayu tersebut banyak diminati oleh para pebisnis serta investor produk-produk mebel nasional dan internasional. Selalu mengutamakan kualitas bahan selalu menjadi factor utama dalam keunggulan sebuah bisnis.

 

Kayu Jabon , , ,

Investasi Kayu Jabon

June 28th, 2012

Investasi kayu jabon memiliki masa depan yang cerah dalam mendatangkan keuntungan bagi para investor. Hal ini karena tanaman Jabon semakin diminati kalangan industri perkayuan sebagai bahan baku berbagai komoditi.

Di sisi lain, dengan adanya regulasi pemerintah yang membatasi pemanfaatan kayu hasil hutan alam, memperbesar peluang investasi kayu jabon untuk meraih laba yang besar. Karena adanya regulasi tersebut memaksa pelaku industri untuk beralih memanfaatkan kayu hasil hutan rakyat sebagai penggantinya.

Jabon sendiri merupakan salah satu jenis tanaman yang banyak dibudidayakan melalui tanaman hutan rakyat tersebut. Selain karena karakter tanaman jabon yang memang sesuai untuk bahan baku industri, jabon dipandang tepat sebagai salah satu cara untuk meraih keuntungan di masa mendatang.

Terlebih jika mengingat bahwa Jabon bukanlah sebuah jenis tanaman baru yang muncul belakangan. Sebab dalam sejarahnya, tanaman Jabon sudah ada di Indonesia sejak masa penjajahan Belanda. Dimana pada masa itu, kayu Jabon banyak dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuat bubuk mesiu untuk perlengkapan perang para tentara.

Jabon juga bukan jenis tanaman yang hanya ada di Indonesia. Tanaman yang memiliki nama ilmiah Antocephalus Cadamba Syn Antocephalus Chinensis ini juga banyak terdapat di beberapa negara lain seperti Malaysia, Filiphina, Myanmar hingga Sri Lanka. Itulah mengapa, kita tidak perlu takut untuk melakukan investasi kayu Jabon tersebut.

Pemanfaatan Jabon

 

Di luar negeri, kayu Jabon sudah banyak dimanfaatkan untuk berbagai macam komoditi yang berbahan dasar kayu. Hal ini karena mengingat karakter kayu Jabon yang ringan namun kuat dan memiliki tekstur halus sehingga cukup menarik jika digunakan untuk membuat berbagai macam artefak.

Kayu Jabon sering dimanfaatkan sebagai bahan pembuat alat perlengkapan rumah tangga, seperti meja, kursi atau juga rak. Di luar negeri, kayu jabon disukai karena karakternya yang ringan sehingga mudah untuk dibawa. Karena rumah di luar negeri banyak yang menggunakan arsitek bertingkat, sehingga peralatan dari bahan kayu Jabon ini mudah untuk dibawa.

Di sisi lain, industri kayu lapis pun pada saat ini cenderung memilih kayu Jabon sebagai pengganti kayu sengon untuk bahan dasar pembuatan kayu lapis. Hal ini karena kayu Jabon memiliki beberapa kelebihan yang tidak dimiliki oleh kayu sengon. Misalnya, jenis kayunya yang lebih putih, jumlah mata kayu yang tidak terlalu banyak, arah tegakan kayu yang lebih lurus dan yang paling penting adalah karakter serat kayu Jabon dinilai sesuai untuk pembuatan veneer pada industri kayu lapis. Sehingga kayu jabon ini banyak dimanfaatkan sebagai bagian muka dari kayu lapis.

Bagi para investor, mereka memiliki kesempatan lebih cepat dalam mendapatkan keuntungan atas investasi kayu jabon yang mereka keluarkan. Karena masa panen dari kayu Jabon ini cenderung lebih cepat. Dalam jangka waktu lima tahun, para investor bisa segera menikmati hasil panen dari tanaman Jabon tersebut.

Untuk luas lahan satu hektar, secara ideal bisa digunakan untuk menanam sekitar 1000 batang pohon Jabon. Dalam jangka waktu sekitar lima tahun, bisa didapatkan minimal 500 m3/ Ha. Dengan asumsi harga jual pohon Jabon per m3 adalah rata-rata Rp. 600.000

Maka bisa didapat angka Rp. 300.000.000.

Sementara, biaya yang dibutuhkan untuk proses menanam hingga perawatan kurang lebih didapat angka Rp. 30.000.000. Biaya yang dibutuhkan tersebut digunakan sebagai pembelian bibit, perawatan hingga masa panen, biaya penebangan dan pengangkutan menuju pabrik.

Dengan demikian, angka keuntungan yang bisa didapatkan per Ha, untuk penanaman sebesar 1000 batang pohon Jabon tersebut, kurang lebih mendapatkan keuntungan sebesar Rp. 270.000.000. Angka ini didapat dari hasil penjualan pohon jabon dikurangi biaya yang dikeluarkan selama lima tahun. Artinya, setiap tahun investor bisa mendapatkan pendapatan sebesar Rp. 54.000.000.

Tentunya hasil ini cukup menggiurkan. Terlebih jika dihitung dari modal yang harus dikeluarkan dan pendapatan yang bisa diperoleh setelah masa panen. Investasi kayu Jabon merupakan sebuah cara jitu untuk mendapatkan keuntungan besar di masa mendatang.

Budidaya Jabon, Kayu Jabon , , , ,