Archive

Archive for the ‘Budidaya Jabon’ Category

Jawaban atas Pertanyaan dari Jabon Merah

March 8th, 2011

Selama ini banyak orang bertanya tentang apa perbedaan antara jabon merah dan jabon putih,baik itu dari ciri spesifik tanaman bibit jabon maupun dari ciri spesifik tanaman jabon merah dan putih yang telah di tanam.
Ada beberapa ciri yang membedakan bibit jabon merah dan jabon putih. Banyak yang menyebut bahwa jabon merah memiliki bulu bulu halus seperti yang terdapat pada daun tanaman jati.belum lama kami sengaja mencari lokasi yang telah ditanam jabon merah , dan dari hasil survey kami dan kami menemukan jabon merah yang telah berusia kurang lebih sekitar 7 sampai 8 bulan.
Dalam survey itu kami mencoba untuk mengamati apa yang menjadi perbedaan antara jabon merah dan jabon putih yang selama ini menjadi pertanyaan baik dari pihak kami sendiri dan dari temen temen para investor pengembang tanaman bibit jabon.

  1. Daun pada jabon merah yang telah tua memiliki warna yang kemerah merahan dan warna itu cenderung mendominasi
  2. Batang pada tanaman jabon merah memiliki warna cenderung ke warna merah kehitaman
  3. Warna merah pada lembar daun cenderung menonjol pada saat daun sudah tua
  4. Daun tanaman jabon merah yang selama ini dijadikan ciri spesifiknya dengan mengatakan bahwa jabon merah memiliki bulu seperti daun jati itu tidak benar, karena pada saat kami melakukan orientasi lapangan kami tidak menemukan jabon merah yang memiliki bulu halus pada daunnya. Daun pada jabon merah cenderung lebih lebar dan memiliki warna merah yang sangat nyata pada daun yang masih muda dan pada daun yang sudah tua.

Pada saat kami melakukan orientasi  lapangan untuk mendapatkan keterangan sekaligus menilai perbedaan jabon merah dan jabon putih, kami sedikit banyak bertanya kepada bebrapa orang  yang menanam sekaligus merawat  jabon merah sehingga kami mendapatkan informasi tentang usia tanaman jabon merah tersebut. Mereka mengatakan bahwa jabon merah yang mereka rawat sudah berusia kurang lebih 7 bulan.
Dari keterangan yang kami dapat secara langsung itu berarti pertumbuhan antara jabon merah dan jabon putih tidak ada perbedaan.

jabon merah
Hamparan tanaman jabon merah usia 8 bulan.

jabon merah 1

Obrolan kami pada saat kami melakukan orientasi lapangan untuk mencari sumber data tentang jabon merah dengan perawat tanaman tersebut.

Jabon merah memiliki warna merah pada daun yang masih muda dan warna merah itu sangat nyata.

Selain pada daun yang masih muda warna merah kelihatan lebih nyata pada daun yang sudah tua.

Jabon Merah dengan usia kurang lebih 8 bulan

Jabon Merah juga memiliki ranting seperti halnya Jabon Putih

Jabon Merah usia kurang lebih 8 bulan

Pada Jabon Merah, daun akan kelihatan warna merah lebih nyata dan menyeluruh pada saat daun sudah tua, semakin tua daun jabon merah warna merahnya akan semakin nyata dan jelas.

Pertumbuhan Jabon Merah ternyata sama dengan Jabon Putih yang memiliki tingkat pertumbuhan yang sejajar

Bibit Jabon, Budidaya Jabon, Kayu Jabon , , , , ,

Proses Penanaman Bibit Jabon Yang Ideal

April 4th, 2010

Proses penanaman bibit jabon yang ideal tidak dilihat dari ukuran ketinggian bibit jabon melainkan dilihat dari area yang akan digunakan untuk penanaman bibit jabon tersebut.

Kami pernah membaca sebuah artikel yang menjelaskan bahwa bibit jabon apabila ditanam dengan ketinggian bibit 75 cm ke atas maka tingkat kegagalannya akan sangat tinggi, KAMI MENGATAKAN ITU TIDAK BENAR!!! Trus.. bagaimana dengan sahabat-sahabat yang memiliki area di daerah berawa dan bertanah gambut?? sementara pada daerah tersebut biasanya pada saat musim penghujan air naik lebih dari 1 meter, jadi mereka tidak dapat berinevestasi ke jabon dong? Maka dari itu kami menyimpulkan tanaman bibit jabon tidak hanya bagus ditanam pada ketinggian bibit yang hanya memiliki ketinggian antara 25 sd 40 cm saja. Dengan melalui proses pengkerdilan maka bibit tanaman jabon bisa ditanam dengan ketinggian bibit sampai dengan 1 meter tanpa menggunakan ajir sebagai penyangga, jadi bagai sahabat-sahabat yang berdomisili di daerah tanah berawa dan gambut tidak usah khawatir untuk berinvestasi di tanaman jabon.

Sekedar tips bagi sahabat-sahabat yang akan berinvestasi jabon di daerah berawa dan bertanah gambut sebaiknya penanaman dilakukan pada saat musim kemarau menjelang musim penghujan, jadi pada saat musim penghujan tiba dan tanah tersebut digenangi air maka bibit tersebut sudah dalam keadaan berakar kuat. Selain itu kami menyarankan kepada sahabat-sahabat agar menanam bibit jabon dengan ukuran antara 75 cm sd 1 m agar pada saat musim penghujan tiba dan area digenangi air maka bibit tanaman jabon tidak terendam sepenuhnya oleh air tersebut.

Ketinggian 3-5 m di atas permukaan air laut

Artikel lainnya:

Kayu jabon

Benih Jabon, Bibit Jabon, Budidaya Jabon , , , , , ,

Benih Jabon dan cara Penanamannya Serta Perawatannya

July 11th, 2011
  1. Biji jabon standar,dengan tingkat perkecambahan per ons antara 15.000 sd 20.000 kecambah.
  2. biji jabon yang disemai disiram dengan memakai sprayer dan dicampur fungisida antrakol/sejenisnya dosis rendah(untuk menghindari jamur).
  3. Setelah kecambah setinggi 2 sampai 3 cm dan berdaun 4, dicabut untuk dipindahkan ke media polybag sedang diameter minimal 8 sd 12 cm.
  4. Sebelum ditanam di polybag, maka cukup di cuplik bagian bawah akarnya memakai bilah bambu.
  5. Jabon pindahan dari cabutan belum kuat panas, pemindahan efektif di sore hari. penyiraman sehari  dua kali.
  6. Gunakan pupuk dan antrakol/sejenisnya serta pestisida guna mencegah penyakit jamur dan ulat.
  7. Bersihkan kalau ada gulma.
  8. Dalam waktu sekitar 3 bulan jabon siap tanam.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penanaman bibit jabon :

  1. kunci penanaman, bila dirasa tidak hujan setelah ditanam, siram dengan segayung air. maka jabon akan bertahan sampai 10 hari bila menunggu hujan.
  2. hama yang muncul setelah tanam sampai saat ini adalah, uret, busuk jamur(hujan tinggi), belalang dan ulat, hama ini mudah diatasi dengan indektisida, fungisida, campurkan dengan perekat.
  3. bila terpaksa dipangkas cabangnya, paling tidak 30 cm dari pangkal batang, untuk menghindari air masuk ke batang utama.
  4. pilihlah bibit yang berdaun hijau tua, batang hijau tua, jangan terkecoh jabon tinggi kayak lidi dan daunnya kuning.
  5. uret biasanya muncul bila intensitas hujan tinggi, gunakan disinon 10g bila furadan kurang mengatasi.
  6. hama yang muncul adalah ulat keket berduri, bisa disemprot atau diambil manual.

Benih Jabon, Bibit Jabon, Budidaya Jabon , ,

Dari Sengon Ke Jabon

March 25th, 2010

Jabon sekarang menjadi sangat populer, banyak sekali penyebab kepopuleran jabon diantaranya harga jual yang bagus, masa panen yang lebih cepat, industri penyerap yang lebih luas, dan lain sebagainya.

Akan tetapi yang lebih penting dari itu semua adalah “beralihnya para petani sengon ke jabon” beralihnya petani jabon ke sengon sungguh membuat tumbuhan jabon ini sangat populer.

Kenapa para petani sengon beralih ke jabon?

Sebenarnya harga kayu sengon masih bagus, akan tetapi akhir-akhir ini tumbuhan sengon punya penyakit baru yang disebut tumor sengon, inilah penyebab utama beralihnya petani sengon ke kayu jabon, tentunya bukan hanya itu akan tetapi penyebab-penyebab lainnya sujdah saya kemukakan di atas.

Mudah-mudahan review saya ini tidak salah, jika ada kesalahan mohon koreksinya.

Budidaya Jabon, Kayu Jabon ,

Pemasaran Kayu Jabon

June 28th, 2012

Pemasaran kayu jabon merupakan salah satu hal yang masih banyak ditakutkan oleh mereka yang hendak melakukan investasi kayu jabon tersebut. Hal ini karena mereka takut setelah memasuki masa panen, pohon jabon mereka tidak laku di pasaran.

Ketakutan seperti ini tentu saja tidak beralasan. Sebab, dengan mengenal karakter pohon Jabon secara keseluruhan, kita tidak perlu merasa khawatir bahwa tanaman jabon yang kita pelihara tidak akan laku di pasaran.

Sebab, pada saat ini kebutuhan akan kayu di berbagai sektor industri selalu saja meningkat. Hal ini seiring dengan adanya peraturan pemerintah yang mempersempit peluang untuk menggunakan tanaman kayu hasil hutan alam sebagai bahan baku industri.

Selain itu, adanya perubahan orientasi masyarakat dalam memilih jenis kayu yang akan digunakan sebagai bahan baku berbagai peralatan rumah tangga mereka. Di masa lalu, banyak masyarakat yang memilih kayu keras seperti jati untuk membuat beberapa perlengkapan rumah tangga seperti lemari atau meja dan kursi.

Namun, seiring perkembangan jaman, masyarakat kini lebih menyukai jenis kayu ringan yang awet seperti Jabon. Hal ini karena perlengkapan yang terbuat dari bahan kayu keras cenderung berat dan sulit untuk dipindahkan. Selain itu dari sisi harga, kayu keras seperti jati cenderung lebih mahal daripada jenis kayu jabon.

Di sisi lain, ketersediaan kayu hasil hutan alam juga cenderung menurun secara drastis. Akibatnya, industri besar mulai beralih memanfaatkan kayu hasil hutan rakyat sebagai sumber bahan baku mereka. Hal ini terbukti dengan banyaknya perusahaan berbasis kayu yang memindahkan lokasi usaha mereka Kalimantan ke pulau Jawa atau Sumatera.

Padahal, Kalimantan merupakan salah satu kawasan yang memiliki hutan alam terbesar di Indonesia bahkan dunia. Regulasi pemerintah yang membatasi penebangan kayu hasil hutan alam, menyebabkan pasokan untuk industri kayu semakin menurun volumenya dari waktu ke waktu. Padahal, industri seperti kayu lapis harus tetap beroperasi.

Cara yang ditempuh untuk mengatasi masalah ini adalah dengan menggunakan kayu hutan budidaya. Salah satunya adalah kayu Jabon. Kayu jabon disukai karena memiliki karakter yang cukup baik sebagai bahan dasar pembuatan kayu lapis.

Salah satunya karena kayu jabon memiliki warna yang lebih putih sehingga cocok sebagai lapisan muka kayu lapis.

Selain industri kayu lapis, kayu Jabon juga bisa dimanfaatkan untuk beberapa sektor industri lain. Misalnya industri pembuatan bubur kertas, yang menyukai kayu Jabon sebagai bahan dasar industri tersebut. Hal ini karena hasil olahan kayu Jabon mampu menghasilkan bubur kertas yang warnanya lebih putih, sehingga tidak perlu lagi ditambahkan zat pemutih. Tentu saja biaya produksi yang harus dikeluarkan dalam pembuatan bubur kertas bisa ditekan seminimal mungkin.

Industri mebel juga termasuk salah satu industri yang sangat menyukai kayu Jabon sebagai bahan bakunya. Karena dengan menggunakan kayu jabon, mebel yang dihasilkan cenderung lebih artistik, ringan namun kuat. Sehingga mebel yang dibuat bisa lebih mudah untuk dibawa atau dipindah. Inilah yang membedakan dengan mebel yang terbuat dari kayu keras yang cenderung berat dan sulit untuk dipindahkan.

Dengan adanya fakta di atas, kiranya pemasaran kayu jabon di masa mendatang bukan lagi sesuatu hal yang sulit untuk dilakukan. Apalagi, kebutuhan akan kayu hasil hutan rakyat akan semakin meningkat di masa mendatang. Kondisi ini sebagai imbas dari regulasi pemerintah yang semakin membatasi penggunaan hutan alam sebagai bahan baku industri.

Budidaya Jabon , , ,